“Jujur saja, saya sudah mendapat informasi dan juga mengetahui beberapa hal terkait kinerja kepala sekolah. Maka pada kesempatan tersebut saya menyampaikan langsung dihadapan orangtua siswa yang hadir, termasuk perilaku moral kepala sekolah,” tutup Tohom.
Dengan adanya ke kisruhan prihal reshuffle komite sekolah dan isu siswa-siswi melakukan aksi demonstrasi pihak SMAN 13 Kota Bekasi, memberikan keterangan kepada media, Jum’at, (26/07/2024).
Wakasek bidang Humas SMAN 13 Kota Bekasi, Tika menyampaikan bahwa kekisruhan di sekolahnya berawal dari rencana kepala sekolah untuk mereshuffle komite sekolah.
“Adanya reshuffle komite sekolah karena adanya beberapa kekosongan dalam kepengurusan,” ungkap Tika
Tika mengakui dan membenarkan adanya protes dari salah satu orangtua siswa dalam acara reshuffle tersebut.
“Pada saat acara reshuffle komite bukan pergantian ketua komite” biar tidak salah,” Rabu, 24 Juli 2024 yang lalu, mendapat protes dari salah satu orangtua siswa,” ungkap Tika.

Tika menjelaskan dengan keterbatasan ruangan, pihak sekolah hanya mengundang perwakilan orangtua siswa dari setiap kelasnya.
Menurut Tika, jika dihadiri seluruh orangtua siswa, sekolah tidak memilki tempat untuk menampung seluruh orangtua siswa yang berjumlah ratusan orang.
“Dalam acara reshuffle komite sekolah, kami hanya mengundang beberapa perwakilan orangtua siswa dari setiap kelasnya, hal ini dilakukan karena keterbatasan tempat/ruangan,” kata Tika.
Terkait siswa-siswi SMAN 13 Kota Bekasi melakukan aksi demonstrasi pada Kamis 25 Juli 2024, Tika membantah hal tersebut.
“Tidak ada demonstrasi siswa, yang terjadi adalah persoalan kecil antara siswa dan guru terkait pengambilan bola dan hal itu sudah diselesaikan,” sambung Tika.
Tika menjelaskan pada saat jam mau pulang sekolah terdengar ada kegaduhan diatas, lalu guru menyuruh para siswa untuk turun kelapangan karena menggangu kelas lainnya.
“Perlu kami tegaskan tidak ada aksi demonstrasi siswa, yang ada hanya persoalan kecil antara guru dengan siswa,” tegas Tika.
Hal itu juga di benarkan oleh salah satu guru biologi bernama Rini, ia mengatakan tidak ada demonstrasi siswa di SMAN 13 Kota Bekasi.
“Tidak ada aksi demonstrasi siswa, yang terjadi adalah persoalan antara guru dengan beberapa siswa terkait pengambilan bola. Dan permasalahan itu sudah diselesaikan,” ungkap Rini.
Dalam konferensi pers yang dilakukan oleh pihak SMAN 13 Kota Bekasi Jum’at pagi terlihat dijaga oleh aparat kepolisian dan TNI.(JOS)













