Guru, Stap dan Siswa-Siswi SMKN 12 Kota Bekasi Minta Kepsek Dicopot

Jos Office
banner 120x600

Bekasi, Info Pendidikan
Lagi-lagi aksi demonstrasi disekolah terjadi di Kota Bekasi. Kali ini guru-guru, stap dan para siswa SMKN 12 Kota Bekasi, Selasa (13/08 2024) melakukan aksi demonstrasi menuntut kepala sekolah mereka mundur dan dicopot dari jabatannya.

Aksi demonstrasi terjadi diduga karena kepala sekolah SMKN 12 Kota Bekasi, Luki Lestari, melakukan “intimidasi” kepada para guru, stap dan karyawan.

Beberapa spanduk yang dituliskan para guru dan siswa berbunyi stop intimidasi, kepala sekolah gagal, aliansi guru-TU menggugat kepala sekolah tidak layak, segerakan tuntutan kami dan beberapa bunyi spanduk yang inti kalimatnya tidak suka dengan kepala sekolah SMKN 12 Kota Bekasi.

Kepada IP salah satu stap Tata Usaha (TU) di SMKN 12 Kota Bekasi mengatakan bahwa kepala sekolah mereka bertindak sewenang-wenang selama memimpin di sekolah tersebut.

” Kami di intimidasi secara verbal dengan penekanan secara psikologis, contohnya ada ucapan kepala sekolah yang dilontarkan kepada salah satu stap di TU ” pantes saja ibu kamu meninggal karena kamu jahat” kalimat itu pantas tidak disampaikan seorang kepala sekolah?” ungkap stap tersebut yang namanya minta tidak disebut.

Stap tersebut menambahkan bahwa kepala sekolah sering marah-marah dan juga kerap mengganti jabatan struktur di sekolah jika tidak sesuai dengan kemauan kepala sekolah.

“Kepala sekolah sering marah-marah dan kerap mengganti jabatan struktur jika tidak sesuai dengan keinginan dia,” sambungnya.

Sementara salah satu guru di SMKN 12 Kota Bekasi yang namanya juga tidak mau ditulis merasa kecewa dengan kepemimpinan kepala sekolahnya.

“Ini ada WA kepala sekolah di grub mengatakan” bapak dan ibu panitia yang tidak bisa hadir tolong buat surat pernyataan diatas meterai untuk siap mengundurkan diri dari sekolah sehingga sekolah bisa merekrut guru baru dari sekarang!!!, itu artinya apa?, kami guru-guru sangat kecewa,” ungkap guru tersebut.

Lebih lanjut guru tersebut menjelaskan ada beberapa hal yang membuat mereka para guru SMKN 12 Kota Bekasi kesal dan kecewa kepada kepala sekolah.

“Ada salah satu hal yang membuat kami sedih dari ucapan kepala sekolah kepada salah satu guru kami, waktu itu guru kami minta ijin karena orangtuanya sedang sakit dan sedang dirawat di ICU, namun oleh kepala sekolah disuruh mengundurkan diri, coba itu bagaimana?, tanya guru tersebut.

Guru-guru, stap dan karyawan SMKN 12 Kota Bekasi berharap agar kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat segera mengganti kepala sekolah mereka.

Sementara kepala SMKN 12 Kota Bekasi Luki Lestari, ketika dihubungi IP lewat telepon maupun WA belum menjawab sampai berita ini diturunkan.

Aksi demonstrasi para siswa, guru dan juga orangtua siswa di Kota Bekasi belakangan ini semakin sering terdengar. Keberadaan  KCD wilayah III sebagai pengawas SMA dan SMK dipertanyakan. JOS