Melalui kepiawaiannya, Kota Bekasi berhasil mengungguli banyak daerah di Provinsi Jawa Barat, sehingga Kota Bekasi (khususnya Dinas Kesehatan—red) mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam menurunkan jumlah stunting, dan kini Dinas Kesehatan di bawah kepemimpinannya bersiap mewujudkan zero newstunting di Kota Bekasi tahun 2024.

RSUD Tipe D Bekasi Utara (doc.IP)
Walaupun sudah mendekati masa purna bakti, Tanti seakan tidak menunjukkan kelelahan. Rasa cintanya kepada Kota Bekasi dan sayangnya kepada semua warga Kota Bekasi, menuntutnya untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik. Universal Health Coverage (UHC) yang telah dirintis sejak Dinas Kesehatan masih dipimpin dr. Kusnanto terus ia kawal, dan wujudkan.
Terbukti, pada tahun 2022 silam, Kota Bekasi mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas pencapaian UHC tingkat Kota Bekasi. Dan kini, dengan hanya menunjukkan KTP (kartu tanda penduduk), warga Kota Bekasi dapat menerima pelayanan kesehatan secara maksimal dari semua fasilitas kesehatan yang ada di seluruh wilayah Kota Bekasi.
Saat ditemui langsung di ruang kerjanya, Tanti mengungkapkan ada satu yang ingin diwujudkannya sebelum purna bakti sebagai pejabat negara. Yaitu adanya sebuah sistem terpadu, terintegrasi dalam sebuah aplikasi yang dikelola oleh unit command center di Dinas Kesehatan, dimana nantinya, 56 Puskesmas (3 unit Puskesmas direncanakan dibangun sebelum akhir tahun 2024—red) akan terkoneksi langsung dengan Dinas Kesehatan.

“Nantinya, semua Puskesmas link ke Dinkes, jadi di sini nanti ada semacam command center, yang akan memudahkan untuk melakukan monitoring, dan evaluasi, serta lebih meningkatkan efisiensi pelayanan kita kepada masyarakat. Ini sedang dalam proses perencanaan. Semoga sebelum akhir tahun ini, dapat terealisasi,” ungkapnya.
Ia juga berharap, semua yang telah diberikannya kepada kota dan warga Kota Bekasi dapat menjadi sebuah kenangan indah dan ia menunjukkan diri pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kemajuan dan perkembangan pelayanan kesehatan di Kota Bekasi saat itu. Dan pesan khususnya untuk kaum perempuan yang ada di kota Bekasi untuk tetap semangat dan jangan terbelenggu dengan kodrat sebagai perempuan.
“Untuk perempuan-perempuan kota Bekasi, jangan mau selalu dicap kaum lemah, tapi buktikan dengan kerja nyata dan prestasi. Banyak peluang dimana kaum perempuan dapat berkiprah. Mari kita bangun bersama kota Bekasi ini dengan terus berkarya,” tutupnya.













