Bekasi, Info Pendidikan
Sejak dinyatakan berdiri tahun 2016 SMAN 20 Bekasi, sampai sekarang, ternyata tidak memiliki lahan dan bangunan sendiri. Padahal salah satu syarat berdirinya sekolah adalah memiliki lahan dan bangunan. Namun, aturan tersebut seolah-olah tidak berlaku untuk SMAN 20 Bekasi.
Guru dan siswa di SMAN 20 Bekasi selama 8 (delapan) tahun ini menempati gedung yang bukan miliknya, alias menumpang di yayasan Madrasah Ibtidaiyah. Karena pemerintah Jawa Barat tidak mampu menyediakan lahan dan bangunan untuk sekolah ini.

Untuk SMAN 20 Bekasi, pada tahun 2016, adalah filial atau Unit Sekolah Baru (USB) dari SMAN 4 Bekasi. Sekolah ini diresmikan mengacu pada SK Wali Kota Bekasi Nomor 421.4 /Kep.241-Disdik/IV/2016. Dengan perjalanannya yang panjang, sekolah ini telah meluluskan beberapa kali alumni.
Hal yang paling memprihatinkan di SMAN 20 Bekasi saat ini adalah kondisi aktivitas belajar mengajar, dimana 1 (satu) meja diduduki 3 orang siswa. Menyedihkan.
Para siswa duduk berdesakan dengan jumlah 37 siswa dalam satu kelas. Ruang kelas yang ada juga tidak seperti ruang kelas pada umumnya, namun lebih kecil berukuran 7×7 meter. Akibatnya proses belajar mengajar sangat terganggu.
Karena tingginya minat masyarakat sekitar sehingga pada saat ini jumlah siswa di SMAN 20 Bekasi berjumlah kurang lebih 750 siswa.
Para siswa dibagi menjadi 20 rombongan belajar (Rombel) terdiri dari 6 rombel kelas X, 8 Rombel kelas XI dan 6 Rombel kelas XII dan kegiatan belajar dibagi 2 shift pagi dan siang.













